Karang Taruna Silahisabungan turut prihatin atas kejadian banjir bandang di Kecamatan Silahisabungan pada 25 Februari 2025 lalu, semoga segala sesuatunya segera membalik. GBU❤️ | Info Selengkapnya ► DISINI

Status Pulau Silalahi dan Pulau Paropo Akan Hilang Bila Tidak SEGERA di Tangani

 

Silalahi,

Pulau adalah Tanah / Daratan yang di kelilingi oleh air (Di Luat, Di Sungai Atau Di Danau).

Hal ini sesui dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi Kemendikbud. (Lihat disini)


Pulau Silalahi
Penampakan Pulau Silalahi 2017 - Sumber : Maps.Google.com


Sebelumnya, jelas sudah kelihatan bahwa Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi memiliki aset wisata berupa pulau, dan tidak hanya satu saja namun ada dua pulau yang ada di Kecamatan ini, tepatnya di Desa Silalahi III dan Paropo, dengan masing masing nama Pulau Silalahi dan Pulau Paropo.

Namun, dengan berkurangnya debit air Danau Toba yang terus menurut, membuat kedua tempat tersebut sudah tidak pantas lagi untuk disebut Pulau, Hal ini dikarenakan sudah bersatunya tanah tersebut dengan Tanah Dairi (Huta Silalahi Paropo), case ini sama halnya dengan yang pernah terjadi kepada Pulau Samosir era tahun 90-an yang dimana tanah sudah menyatukan pulau tersebut dengan daratan di sekitarnya.

Dalam proses penjagaan status Samosir tetap menjadi Pulau, Pemerintah (Baik Pemda maupun PemKab bahkan Pemerintah Pusat) sudah mengeluarkan dana yang tidak kecil, tercatat beberapa kali anggaran di keluarga dalam proses pengembangan dan perbaikan tano ponggol.

Demikian juga halnya dengan Pulau Silalahi dan Pulau Paropo, akan lebih baik bila tempat tersebut tetap menyadang status sebagai pulau, karena kedua pulau ini sudah menjadi salah satu dari sekian banyak destinasi wisata yang di gemari para pengunjung, terkhusus para kaum milenial, hal hal seperti ini pada ahirnya akan tetap di tangani namun alangkah baiknya bila kita secara bersama tidak menunda nunda demi kepentingan bersama, sebut saja dengan dibentukanya beberapa organisasi yang sudah ada seperti BUMDes, Karang Taruna, Pokdarwis dan organisasi lainnya yang ada, mungkin akan lebih meringankan beban pemerintah bila diadakannya musyawarah bersama dalam proses penanganan status tempat ini agar tetap layan untuk disebut sebagai Pulau.

Admin Silalahi Project berharap, dengan adanya tulisan ini, akan muncul dan akan segera di realisasikan niat niat baik yang sudah ada sebelumnya terkait dengan status tempat ini.

 

Salam, Admin SilalahiProject

 

  

Rate this article

Getting Info...

Tentang Penulis Postingan

Persetujuan Cookie

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.

Cookies Policy

Blog ini menerapkan penggunaan cookie. Dengan mengakses Blog ini, Anda setuju untuk menggunakan cookie sesuai dengan Kebijakan Privasi Karta Silahisabungan.

Sebagian besar situs web interaktif menggunakan cookie untuk memungkinkan kami mengambil detail pengguna untuk setiap kunjungan. Cookie digunakan oleh blog kami untuk mengaktifkan fungsionalitas area tertentu untuk memudahkan orang mengunjungi situs blog kami. Beberapa mitra afiliasi/iklan kami juga dapat menggunakan cookie.